Jalan Menuju Desa Binjai Diduga dikerjakan Asal Jadi

INDONESIASATU.CO.ID:

ACEH TAMIANG - Kondisi ruas jalan pintas menuju ke Desa Binjai tepatnya di depan SMP Negeri 1 Seruway, Desa Tangsi Lama, Kecamatan Seruway, Kabupaten Aceh Tamiang mengalami kerusakan dan dibutuhkan perbaikan dari pemerintah daerah setempat.

Informasi yang berhasil dihimpun dari warga setempat menyebutkan, jika jalan pintas menuju Desa Binjai tepatnya di sekitar kawasan Desa Tangsi Lama menuju ke Desa Binjai jalan sudah pernah diperbaiki oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Aceh Tamiang pada tahun 2016 lalu. ,

Sayangnyamemasuki awal tahun 2018 ini Kondisi kerusakan jalan tersebut semakin parah, sehingga menimbulkan teka teki yang besar dikalangan masyarakat, apalagi jika dilihat dari kondisi ruas jalan yang mengalami kerusakan bagaikan tidak pernah dilakukan perbaikan sama sekali.

Terpisah, Helmi salah seorang Pagawai Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Aceh Tamiang, saat dikonfirmasi Senin (22/1/2018) menjelaskan, jalan pintas yang terdapat di depan SMP negeri 1 (satu) jalan menembus ke Desa Binjai sudah pernah dilakukan perbaikan pada Tahun 2016 lalu.

"Diruas jalan tersebut sudah pernah dilakukan perbaikan, akan tetapi perbaikannya hanya sebatas penimbunan biasa saja bukan pengerasan, lebih kurang sepanjang 700 meter, dan mengenai jumlah dana yang digunakan Saya sudah lupa," sebut Helmi yang juga selaku mantan PPTK pekerjaan dimaksud.

Sementara itu, dari keterangan warga sekitar, juga menyebutkan ruas jalan itu sering dilintasi anak-anak Desa Binjai dan Desa Perkebunan Tanah merah berangkat menuju kesekolah.

Apalagi  pada saat memasuki musim penghujan, anak-anak sekolah yang melintasi dari ruas jalan tersebut dengan menggunakan sepeda motor juga sering terjatuh dan baju mereka juga kotor dikarenakan terkena lumpur.  

Kata warga, begitu ruas jalan selesai dilakukan perbaikan, jalan tersebut bukan semakin bagus melaikan malah bertambah parah dan berlobang disana sini jalan.

Apalagi material yang digunakan untuk penimbunan jalan, juga tidak menggunkan material tanah yamg berbatuan melainkan menggunakan tanah yang kadar batunya diperkirakan sekitar 20% itu pun kalau ada.

Maka dari itu, warga setempat mengharapkan kepada Bupati dan aparat penegak hukum untuk dapat melakukan penijauan kembali terhadap Pekerjaan penimbunan dimaksud. [Afrizal putra]

  • Whatsapp

Index Berita